Selasa, 22 Oktober 2019

HARI SANTRI 2019 PONPES BAHRUL ULUM MURATARA

Peringatan Hari Santri Nasional 2019
Di Pondok Pesantren Bahrul Ulum
Kab. Musi Rawas Utara :




Dengan mengadakan Upacara Hari Santri Nasional 2019,  Tepatnya Hari Selasa 22 Oktober 2019 di Lapangan Utama PP. BAHRUL ULUM, diikuti Dewan Asatidz dan para santri dengan semangat mengikuti Upacara Hari Santri dengan niat Resolusi Jihad NU.
Kemudian setelah Upacara Hari Santri Nasional 2019,  dilanjutkan Pawai Qirab bersama dihiasi atribut kreasi santri mengelilingi Desa Rantau Jaya, yang mana di Buka Langsung Oleh Pimpinan PP.  Bahrul Ulum  KH.  RIF'AN,  S.Pd.I dan Ibu Ny.  Hj.  Sumiatun,  S.Pd.I  beriring-iringan dan gemuruh lagu Hari Santri,  Yalal Wathon, Habib Syeik dan Nisa Sabya.  Star dari Lapangan Utama PP.  Bahrul Ulum Menuju Ke SDN Rantau Jaya,  Lake Dusun I  dan kembali lagi ke PP.  Bahrul Ulum,  dengan suasana penuh kegembiraan dan semangat juang untuk kejayaan Pesantren, Bangsa serta Negara.
Harapannya dengan penyelenggaraan Upacara Dan Pawai di Hari Santri Nasional 2019 ini,  menjadi semangat baru, bagi Santri dan Dewan Asatidz untuk tetap istiqomah dan berinovasi untuk kemajuan PP.  Bahrul Ulum kedepannya, Amiin.

By. Mr. Syukur Mujiono

Rabu, 07 Agustus 2019

PHOTO KETUA YPP. BAHRUL ULUM DAN IBU NYAI.


KETUA YAYASAN PONDOK PESANTREN BAHRUL ULUM MUSI RAWAS UTARA
KH. RIF'AN, S.Pd.I

IBU NYAI HJ. SUMIATUN, S.Pd.I


UCAPAN SELAMAT DATANG SANTRI BARU TAHUN 2019

Minggu, 24 Maret 2019

SOSIALISASI BAKTI KOMINFO DI BAHRUL ULUM MURATARA

Beranda / Muratara / Santri Ponpes Bahrul Ulum Dibekali Ilmu Teknologi Komunikasi

Santri Ponpes Bahrul Ulum Dibekali Ilmu Teknologi Komunikasi

MURATARA,LK – Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (Bakti Kominfo) Republik Indonesia menggelar sosialisasi tentang teknologi informasi dan komunikasi kepada santri Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum Desa Rantau Jaya Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), Rabu (13/2/2019).
Kegiatan yang bekerjasama dengan Majelis Pesantren Indonesia serta Yayasan Santripreneur Indonesia ini bertujuan untuk membangun sebuah gagasan dan pola pikir cerdas dan bijak kepada masyarakat. Dimana, perkembangan teknologi dan informasi sangat bermanfaat bagi kehidupan masyarakat.
Gun Gun Siswadi, salah seorang narasumber dari Kominfo RI Bidang Komunikasi dan Media Masa menyampaikan bahwa saat ini 54% penduduk Indonesia merupakan pengguna internet.
“Bangun tidur yang pertama dicari adalah handpone dan internet yang dibuka. Jadi internet saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian masyarakat Indonesia, “sampainya.
Sedangkan internet saat ini banyak digunakan dalam menyebarkan isu-isu yang tidak jelas atau saat ini sering dikatakan Hoax. Dengan demikian perlunya menyampaikan kepada para santri terutamanya agar tidak menjadi orang yang diperalat oleh teknologi
“Mau tidak mau kita harus mengikuti zaman modern yang serba tehnologi, termasuk santri. Tetapi jadikan teknologi sebagai alat, jadi kita harus mengendalikan alat tehnologi tersebut, jangan sampai kita diperalat oleh teknologi” lanjutnya.
Maka dari itu, lanjutnya, santri dapat mengendalikan semua informasi dari teknologi, agar tidak termasuk penyebar Hoax. Harus dapat menyaring semua informasi yang dibagikan di internet.
“Jadi harus pandai memilih. Biasanya bila ada kata sebarkan, viralkan, bombastis, di-copy dari grup sebelah dan sumber lain yang tidak jelas, semua itu sudah pasti berita tidak bisa dipertanggungjawabkan. Jadi harus dihindari agar tidak salah dalam membaca maupun menyebarkannya,” tegasnya.
Ia berharap agar para santri dapat jadi pelopor dalam rangka mencegah informasi menyebar hoax.
Pada kesempatan yang sama Ketua Yayasan Pesantren Bahrul Ulum KH Ahmad Rif’an melalui Gus Muhammad Bisri Mustofa, meminta kepada para santri agar dapat memanfaatkan teknologi kedepannya dengan baik seperti informasi yang disampikan beberapa narasumber. Selain itu pihaknya meminta support dari pemerintah dalam membangun pesantren.
“Sama-sama kita belajar agar lebih baik. Pesantren kita saat ini sangat tertinggal dalam prestasi karena kurangnya fasilitas penunjang dari pesantren. Kami berharap pemerintah dapat membantu pembangunan dan fasilitas penunjang lainnya,” jelasnya.
Bupati Muratara H Syarif Hidayat diwakili Asisten III Sudartoni menyampaikan bahwa Muratara bangga dengan hadirnya pesantren disini karena mampu membantu dalam mendidik generasi muda. Terkait pembangunan, pihaknya akan mensupport pihak pesantren.
“Kita akan support. Namun harus ajukan proposal kepada pemerintah, karena semuanya melalui pengajuan,” tegasnya. (ani)
Penulis : Zaida Abdi
Copyright@linggauklik.com_2019